Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

MUNDUR

ku layangkan padangan menembus angin mematahkan cecabang pepohonan menggugurkan awan-awan, dan mengoyak lapisan-lapisan langit menghunjam misteri tentang takdir ketika idealisme harus bertarung dengan fakta yang bersebrangan ketika idealisme dituntut untuk dikesampingkan di mana diri harus mencari identitas?? ketika tanggung jawab diletakkan manis di bahu dengannya diri menyongsong waktu yang begitu lama sendiri sendiri dan sendiri di mana harus mencari kawan untuk saling menguatkan ketika keputusan harus ditetapkan dan menghilang dari tempat-tempat indah sang terkasih jauh jauh dan jauh di mana diri harus mencari bahagia? sepi sepi dan sepi ketika itu semua terjadi ku ragu bisa berjalan dengan kedua kakiku ku ragu bisa melihat dengan kedua mataku ku ragu bisa mendengar dengan kedua telingaku ku ragu bisa memberikan yang terbaik dengan kedua tanganku ku ragu bisa bahagia dan membahagiakan dengan hatiku sebelum semua itu terjadi bolehk...

Muslimah Kebanggaan Tanah Air

Meski parasmu tak seindah 17 tahun yang lalu Tapi sungguh kecantikan pribadimu mempersona dunia Kau tanamkan dalam-dalam jihad itu Semangat perdamaian untuk seluruh negeri Terpampang nyata Tak sekedar teori belaka Kala itu Palestina dan Negeri Arab memanas Kau yang kesana-kemari aktif mengisi taklim Tanpa takut dan ragu menyambangi negeri-negeri konflik itu Mewakili Indonesia dengan segenap kemampuan yang ada Konstribusi apapun yang bisa diberikan Kursi legislatif engkau jadikan wasilah dakwah Misi menghidupkan fungsi negara di kancah Internasional Tertanam kuat dalam setiap kiprahmu disana Terutama bagi negara berkonflik Keteladanan itu adalah bentuk nyata dakwahmu Dimulai dari kehidupan pribadimu, keluarga, hingga karirmu Tak terbilang jejak kebaikan yang ditinggalkan Sebab ridhoNya semata yang kau harapkan Betapa bersyukur Indonesia telah memiliki permata indah Keindahan kilaumu terpantul hingga ke penjuru dunia Menginsiprasi musli...

Tafsir Surat An-Nur ayat 26

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”   (An-Nur ayat 26) Berangkat dari pemahaman di atas, tentu saja kita bertanya-tanya apakah yang dimaksud baik di sini? Atau keji?  Apakah kita dapat menentukan sesuatu itu baik atau tidak baik?  Kalau kita cermati, ayat di atas merupakan satu paket ayat yang bersambung ,tidak hanya putus pada kalimat “untuk wanita yang baik” tetapi masih berlanjut dengan bahasan tuduhan, juga ampunan. Artinya ayat ini sebenarnya diturunkan dalam konteks tertentu. Coba kita lihat konteks ayat ini turun (asbabun nuzul). Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa perkataan yang keji hanyalah pantas dil...