Bidadari yang Terluka
Genderang perang dipukul lagi. Kaum musyrikin masih terus memusuhi umat Islam. Kali ini, aku berlaga di medan Perang Uhud. Trang-tring-trang-tring! Bukan main! Suaraku nyaring sekali. Aku bangga bisa mendampingi Rasulullah membela kaum Muslimin. Manusia nomor satu itu selalu menggenggamku dengan gagah berani. “Hei, Kirga! Coba lihat ini!” aku berteriak kepada Kirga, sahabatku. Kirga menoleh kea rah yang kutunjuk. Disana, ada seorang perempuan. Perempuan itu begitu gigih membantu para pejuang. Dia membawakan air dan mengobati luka-luka para pejuag. “Siapakah perempuan itu,Kunda?” Tanya Kirga. “Entahlah,” jawabku. Aku dan Kirga melanjutkan pekerjaan kami. Ya,aku Kirga adalah sebilah pedang. Kami bersama kawan-kawan yang lain bertugas membantu Rasulullah melawan orang-orang kafir. Triang! Hiyaaaa…! Aku beradu dengan pedang miliki musuh. Aku selalu mengikuti ayunan tangan Rasulullah. Kulirik Kirga. Dia berada di genggaman sahabat Rasulullah. Dia juga sedang mengi...