Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Bidadari yang Terluka

Genderang perang dipukul lagi. Kaum musyrikin masih terus memusuhi umat Islam. Kali ini, aku berlaga di medan Perang Uhud. Trang-tring-trang-tring! Bukan main! Suaraku nyaring sekali. Aku bangga bisa mendampingi Rasulullah membela kaum Muslimin. Manusia nomor satu itu selalu menggenggamku dengan gagah berani. “Hei, Kirga! Coba lihat ini!” aku berteriak kepada Kirga, sahabatku. Kirga menoleh kea rah yang kutunjuk. Disana, ada seorang perempuan. Perempuan itu begitu gigih membantu para pejuang. Dia membawakan air dan mengobati luka-luka para pejuag. “Siapakah perempuan itu,Kunda?” Tanya Kirga. “Entahlah,” jawabku. Aku dan Kirga melanjutkan pekerjaan kami. Ya,aku Kirga adalah sebilah pedang. Kami bersama kawan-kawan yang lain bertugas membantu Rasulullah melawan orang-orang kafir. Triang! Hiyaaaa…! Aku beradu dengan pedang miliki musuh. Aku selalu mengikuti ayunan tangan Rasulullah. Kulirik Kirga. Dia berada di genggaman sahabat Rasulullah. Dia juga sedang mengi...

KERINDUAN YANG SALAH ALAMAT

Kerinduan itu selalu ada dalam diri kita, pada apa saja. Karena ia adalah harapan, cita-cita, dan impian kita untuk memperoleh atau meraih sesuatu yang baik. Akan tetapi, tidak selamanya kerinduan itu berujung pada keberhasilan yang memberi manfaat. Karena seringkali kita menambatkan kerinduan itu pada sesuatu yang salah, pada alamat-alamat yang keliru. Sehingga bukan maslahat yang kita dapat, tetapi mafsadat yang kita tuai. Suatu hari, di salah satu rumah di Madinah, Umar bin Khattab duduk bersama para sahabatnya.Lalu ia berkata “Bercita-citalah kalian”. Satu persatu, mereka kemudian mengutarakan cita-citanya. “Alangkah indahnya jika rumah ini dipenuhi emas sehingga bisa kuinfakkan di jalan Allah,” kata yang pertama. “Aku ingin rumah ini dipenuhi intan mutiara agar dapat berinfak dan bersedekah di jalan Allah,” tutur yang kedua. Dan seterusnya, sampai tidakada lagi angan yang bisa mereka keluarkan. Terakhir giliran Umar menuturkan cita-citanya sendiri. Katanya, “Kalau aku, mer...