Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Menggali Nilai Kerjasama dari Ayat Kauniyah

Gambar
KERJASAMA Sosok bunga satu ini mengajariku salah satu nilai pendidikan karakter, yakni kerjasama. Lho? kenapa bisa? Coba saja lihat? Tanaman anggrek ini bersedia hidup berdampingan dengan tanaman sirih dan tanaman rambutan. Meski sebenarnya saya kasihan melihat ketiganya hidup berdesak-desakan seperti itu. Namun semenjak tanaman anggrek ini tumbuh subur di pohon rambutan, di tahun ini saat musim buah rambutan tiba, buahnya sangat manis dan banyak. Alhamdulillah, barangkali ini berkah dariNya. Dibalik keindahan bunganya, tanaman anggrek ini ada waktunya  harus berbagi nutrisi hara dengan tanaman lain. Sebenarnya khusus untuk ketiga tanaman ini mendapat suplai air yang tidak biasa. Karena air yang dipakai untuk menyiramnya adalah air bekas cucian beras. (Hm..Anda bisa lakukan penelitian lebih lanjut kalau mau untuk mengali pengetahuan dari fakta ini). Kembali pada fokus judul diatas, saya ingin berbagi tentang makna kerjasama yang saya fahami. Kerjasama adalah bersama-sama meny...

Jalan Kemuliaan

Siapakah diantara manusia yang tidak ingin hidupnya penuh kemuliaan dan keberkahan?? Tentulah kita semua mendambanya, terlebih sebagai umat muslim yang mengharapkan kemuliaan di akhirat sana. Namun bagaimana jalannya? Apakah sulit dan rumit? Mari dengarkan petuah dari hamba Allah satu ini... . . . Jalan mulia kadang sederhana; seperti berbisik pada hati di tiap jumpa dengan hamba Allah lainnya; “Orang ini lebih utama daripada diriku Tiap 1 kebaikan kita dimasyhurkan; 1000 keburukan masih Allah tutupi. Tiap 1 keburukan orang kita tahu; 1000 kebaikannya masih tersembunyi Berkata Ya’qub, “Sesungguhnya hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku, aku tahu dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.” {QS12:86} “Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hanya Dia tujuan hidupku & ridhaNya ujung pencarianku; bagiNya takut, harap, cinta, & yakinku. “Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hingga kuibadahi Dia seakan-akan aku ...

Kumpulan Permainan Pemecah Kebekuan (Ice Breaker) part 2

Siapa Dia? Langkah-langkah dalam Ice Breaker Games ini: Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku. Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur. Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya. Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’ Kisah Angka-angka Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan....

Kumpulan Permainan Pemecah Kebekuan (Ice Breaker) part 1

Jika - Maka   Persiapan untuk Permainan Ice Breaker Bagikan kertas kosong kepada seluruh peserta Bagilah peserta menjadi dua kelompok Kelompok pertama, anda beri nama “Kelompok Jika”, kelompok dua anda beri nama “Kelompok Maka" Semua “kelompok jika” diminta menulis kata-kata yang berawalan jika Semua “kelompok maka” diminta menulis kata-kata yang berawalan maka Batasi waktu menulis, 2 – 3 menit Memulai permainan ice breaker Minta 1 orang secara suka rela dari “kelompok jika”, dan 1 orang dari “kelompok maka”, masing-masing diminta berdiri dan bersiap-siap membaca dengan lantang Anda memberitahu kepada peserta: “Jika saya bilang BACA!, maka seorang yang ditunjuk dari “kelompok jika” membaca tulisannya, kemudian langsung disusul oleh seorang yang ditunjuk dari “kelompok maka” Katakan juga, untuk permainan ini ada hadiahnya bagi pasangan yang cocok (Kalimat “jika – maka”nya selaras). Jika sudah siap, maka anda bilang “BACA!” Ulangi lagi mencari sepasang ...

MUNDUR

ku layangkan padangan menembus angin mematahkan cecabang pepohonan menggugurkan awan-awan, dan mengoyak lapisan-lapisan langit menghunjam misteri tentang takdir ketika idealisme harus bertarung dengan fakta yang bersebrangan ketika idealisme dituntut untuk dikesampingkan di mana diri harus mencari identitas?? ketika tanggung jawab diletakkan manis di bahu dengannya diri menyongsong waktu yang begitu lama sendiri sendiri dan sendiri di mana harus mencari kawan untuk saling menguatkan ketika keputusan harus ditetapkan dan menghilang dari tempat-tempat indah sang terkasih jauh jauh dan jauh di mana diri harus mencari bahagia? sepi sepi dan sepi ketika itu semua terjadi ku ragu bisa berjalan dengan kedua kakiku ku ragu bisa melihat dengan kedua mataku ku ragu bisa mendengar dengan kedua telingaku ku ragu bisa memberikan yang terbaik dengan kedua tanganku ku ragu bisa bahagia dan membahagiakan dengan hatiku sebelum semua itu terjadi bolehk...

Muslimah Kebanggaan Tanah Air

Meski parasmu tak seindah 17 tahun yang lalu Tapi sungguh kecantikan pribadimu mempersona dunia Kau tanamkan dalam-dalam jihad itu Semangat perdamaian untuk seluruh negeri Terpampang nyata Tak sekedar teori belaka Kala itu Palestina dan Negeri Arab memanas Kau yang kesana-kemari aktif mengisi taklim Tanpa takut dan ragu menyambangi negeri-negeri konflik itu Mewakili Indonesia dengan segenap kemampuan yang ada Konstribusi apapun yang bisa diberikan Kursi legislatif engkau jadikan wasilah dakwah Misi menghidupkan fungsi negara di kancah Internasional Tertanam kuat dalam setiap kiprahmu disana Terutama bagi negara berkonflik Keteladanan itu adalah bentuk nyata dakwahmu Dimulai dari kehidupan pribadimu, keluarga, hingga karirmu Tak terbilang jejak kebaikan yang ditinggalkan Sebab ridhoNya semata yang kau harapkan Betapa bersyukur Indonesia telah memiliki permata indah Keindahan kilaumu terpantul hingga ke penjuru dunia Menginsiprasi musli...

Tafsir Surat An-Nur ayat 26

”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).”   (An-Nur ayat 26) Berangkat dari pemahaman di atas, tentu saja kita bertanya-tanya apakah yang dimaksud baik di sini? Atau keji?  Apakah kita dapat menentukan sesuatu itu baik atau tidak baik?  Kalau kita cermati, ayat di atas merupakan satu paket ayat yang bersambung ,tidak hanya putus pada kalimat “untuk wanita yang baik” tetapi masih berlanjut dengan bahasan tuduhan, juga ampunan. Artinya ayat ini sebenarnya diturunkan dalam konteks tertentu. Coba kita lihat konteks ayat ini turun (asbabun nuzul). Ibnu Abbas ra mengatakan bahwa perkataan yang keji hanyalah pantas dil...