Jalan Kemuliaan

Siapakah diantara manusia yang tidak ingin hidupnya penuh kemuliaan dan keberkahan?? Tentulah kita semua mendambanya, terlebih sebagai umat muslim yang mengharapkan kemuliaan di akhirat sana. Namun bagaimana jalannya? Apakah sulit dan rumit? Mari dengarkan petuah dari hamba Allah satu ini...
.
.
.
Jalan mulia kadang sederhana; seperti berbisik pada hati di tiap jumpa dengan hamba Allah lainnya; “Orang ini lebih utama daripada diriku

Tiap 1 kebaikan kita dimasyhurkan; 1000 keburukan masih Allah tutupi. Tiap 1 keburukan orang kita tahu; 1000 kebaikannya masih tersembunyi

Berkata Ya’qub, “Sesungguhnya hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku, aku tahu dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.” {QS12:86}

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hanya Dia tujuan hidupku & ridhaNya ujung pencarianku; bagiNya takut, harap, cinta, & yakinku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; hingga kuibadahi Dia seakan-akan aku melihatNya; terlebih yakin diri bahwa Dia pasti melihatku

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia memiliki ganti yang lebih baik dari kehilanganku & nikmat yang lebih kekal atas nestapaku.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dialah yang menjanjikan tiap perih, duka, & kecewa dibalas dengan naik derajat & hapusnya dosa.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; tiada madharat & manfaat walau seluruh makhluq berhimpun tuk membuatnya kecuali dengan izinNya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; yang menimpakan cobaan sebagai tanda cinta, agar tiada yang lebih besar di hati selain diriNya.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; kehilanganku jauh lebih kecil daripada pemberianNya, musibahku tiada arti dibanding nikmatNya.”

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dialah yang menuliskan ketetapan bagiku, Dialah yang menguji tanpa melampaui batas kemampuanku

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia tunda siksa atas dosa & sabar menanti taubat ini; dariNya ku berasal & padaNya aku kembali.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; Dia yang menambah-lipatkan nikmat jika aku bersyukur, Dia yang menutup aib jika aku bermaksiat.

“Hanya pada Allah kuadukan susah & sedihku”; rahmatNya mendahului murka, ampunNya mengalahkan siksa, surgaNya lebih luas dari langit & bumi.

Kelembutan nurani menuntun kita menjadi anak Adam sejati; bersalah, mengakui, memperbaiki, & memaafkan sesama yang juga punya khilaf & lupa.

_nasehat sarat makna dari Salim A. Fillah ini mengajak kita bercermin dan bercermin lagi, ternyata ada banyak hal yang tanpa disadari membawa kita pada jalan kemuliaan itu.
.
.

"jika hari mulai terasa membosankan
cobalah tuk sejukkan dengan senyummu
dan jika waktu seakan mulai menghimpitmu
coba lapangkan dengan syukur atas segala

berbahagia dengan kesederhanaan
cukuplah yang kita punya

sesederhana cinta yang dia selipkan
di semua bahagia, di segala sedihmu
mudahkan semua, nikmati saja
sesederhana lagu ini ku cipta

berbahagia dengan kesederhanaan
cukuplah yang kita punya"


satu lagi sebuah lirik nasyid dari Sintesa "Sederhana Saja" yang mengingatkan kita bahwasana jalan untuk kita menuju bahagia cukup sederhana. Yang paling perlu diingat ketika sebuah kesedihan menerpa,adalah terima hal itu dengan ikhlas, resapi maknanya yang terselip dan syukuri bahwa kita punya cinta Allah yang tak terbatas. Niscaya segala sedih itu akan sirna dengan kesederhanaan sikap kita menghadapinya. Sesederhana saja. Terima - Resapi - Syukuri.

-----
Jogja 230318
Kala di kampus berteman dengan si senja, ia mengajariku untuk segera berbenah.
ayo, kita segera benahi yang belum terbenahi :)
Bismillah..
Semangat lillah billah :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Falyaqul Khairon au Liyasmut

7 Langkah Islami Mengalahkan Prokrastinasi: Saatnya Lebih Produktif Tanpa Drama

INDAHNYA UKHUWAH ISLAMIYAH