Falyaqul Khairon au Liyasmut

Diam adalah emas.
Kalimat di atas adalah teorema. Sebuah teorema perlu dibuktikan kebenarannya melalui definisi-definisi yang ada. Kita akan membuktikan apakah teorema tersebut terbukti. Sebuah teorema terbukti benar saat semua keadaan belaku untuk teorema tersebut. Saya berpendapat bahwa teorema tersebut tidak terbukti, dengan kata lain tertolak.
Mengapa? Karena teorema tersebut tidak berlaku untuk semua keadaan.

Diam tidak selamanya emas. Saat sebuah keadaan mengharuskanmu berbicara, maka kau harus berbicara. Saat ada sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan dan kau diam saja, itu sebuah kesalahan. Kau harus bicara untuk setidaknya meminimalisasi hal yang tidak seharusnya dilakukan itu terjadi. Bagaimanapun caranya, asalkan hal tersebut baik. Dalam hal ini, al-amru bil ma’ruuf adalah definisi.
Sehingga perlu kita pertanyakan, kapan diam itu disebut emas?

Diam adalah emas, saat tak ada hal yang bermanfaat atau manfaat yang didapatkan kurang dari mudhorotnya untuk dibicarakan. Kita telah mengetahui bersama, bahwasannya lisan adalah sumber kebaikan dan keburukan sekaligus. Mengutip perkataan teman saya, “Ada kata basa basi, ada kata penuh arti, ada kata-kata sumber kebajikan, ada pula sumber kerusakan dan keonaran, ada kata-kata yang melemahkan pun penuh kekuatan, dan ajaibnya, terkadang satu kata dapat mewakili dua peran yang berlawanan sekaligus –bagi sebagian orang kata tersebut meninabobokan dan sebagian yang lain melecut semangat.”

Dalam hal ini, falyaqul khairan au liyasmut adalah definisi.
“Berkatalah yang baik atau (jika tidak) diamlah” –H. R. Bukhori-Muslim

Falyaqul khairan adalah pujian tulus yang tidak membinasakan. Sebagai pengakuan atas prestasi dan mendorongnya menuju tangga yang lebih tinggi.

Falyaqul khairan adalah teguran penuh cinta. Yang tidak memojokkan tapi menuntun ke jalan yang tidak terpojok.

Falyaqul khairan adalah perhatian tulus dan menguatkan ukhuwah. Ia sederhana dan sangat tidak berlebihan.

Falyaqul khairan adalah doa. Yang terpanjat dalam sepi, hati lurus untuk ilahi.

Diam itu emas telah tergantikan: falyaqul khairon au liyasmut, falyaqul khairon au liyasmut, falyaqul khairon au liyasmut.

____Speak only when your words more beautiful then the silence.
#iniuntukkudankaliansemua#

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Langkah Islami Mengalahkan Prokrastinasi: Saatnya Lebih Produktif Tanpa Drama

INDAHNYA UKHUWAH ISLAMIYAH