Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Jebakan Pendidikan

Ada sebuah pidato menarik dari  Erika Goldson , wisudawan terbaik di suatu high school di New York pada tahun 2010. Ada satu statemen yang sangat menarik bagi saya, begini kira-kira yang dikatakan oleh Erika “ Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini.  Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subyek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan...” Apa yang sebenarnya ditakutkan oleh Erika? Dia takut karena selama ini hanya “terjebak” untuk mendapatkan nilai tinggi sementara dia tidak tahu bagaimana cara mengembangkan dirinya, skill, hobi, atau mungkin hal lain yang sejatinya harus dia miliki untuk menyongsong kehidupan paska kampus (baca masyarakat). Erika sadar bahwa dia terlalu sempit mengartikan makna belajar. Bukanlah pelajaran yang sesungguhnya adalah kehidupan? Ketika kita ditanya mengapa harus kuliah S2 ...

Falyaqul Khairon au Liyasmut

Gambar
Diam adalah emas. Kalimat di atas adalah teorema. Sebuah teorema perlu dibuktikan kebenarannya melalui definisi-definisi yang ada. Kita akan membuktikan apakah teorema tersebut terbukti. Sebuah teorema terbukti benar saat semua keadaan belaku untuk teorema tersebut. Saya berpendapat bahwa teorema tersebut tidak terbukti, dengan kata lain tertolak. Me ngapa? Karena teorema tersebut tidak berlaku untuk semua keadaan. Diam tidak selamanya emas. Saat sebuah keadaan mengharuskanmu berbicara, maka kau harus berbicara. Saat ada sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan dan kau diam saja, itu sebuah kesalahan. Kau harus bicara untuk setidaknya meminimalisasi hal yang tidak seharusnya dilakukan itu terjadi. Bagaimanapun caranya, asalkan hal tersebut baik. Dalam hal ini, al-amru bil ma’ruuf adalah definisi. Sehingga perlu kita pertanyakan, kapan diam itu disebut emas? Diam adalah emas, saat tak ada hal yang bermanfaat atau manfaat yang didapatkan kurang dari mudhorotnya untuk dibicaraka...

Saudariku… kuingin meraih surga bersamamu

Gambar
Memakai jilbab, untuk saat ini dan di negara ini, bukanlah berarti sebuah pengilmuan akan agama. Dulu aku pernah beranggapan bahwa seorang yang memakai jilbab adalah orang yang akan berusaha mempertahankan jilbabnya disebabkan proses pemakaian jilbab itu sendiri membutuhkan pergulatan di hati yang membuncah-buncah dan penuh derai air mata. Tapi say angnya, makin bertambah usiaku, maka berubah pula anggapan itu disebabkan berbagai kenyataan yang kutemui. Aku baru menyadari ada sebagian wanita yang menggunakan jilbab hanya karena sekedar disuruh atau diwajibkan oleh orang tua, tempat belajar atau tempatnya bekerja. Jika telah keluar dari ‘aturan’ itu, maka lepas pula jilbab yang menutupi kepalanya. Mungkin karena itulah kain-kain itu tidak menutup secara benar kepala dan dada mereka. Sebagian lagi, memakai jilbab karena pada saat itu, jilbab terasa pas untuk dipakai dan lebih menimbulkan kesan ‘gaya’ dan kereligiusan agama. Apalagi jika diberi pernak-pernik di sana-sini. Jilbab yang seha...

Secarik Kertas Dari Atas the movie part-7

Gambar

Takkan tertukar...

dari seorang teman.. Wahai akhwat, jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu,  maka bisa jadi dialah pangeranmu. Wahai ikhwan, jika gadis pujaanmu telah dilamar orang, maka lupakanlah.  Karena bisa jadi dia bukan permaisurimu.. Aku yakin kau tau janji Allah.. laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik.. Maka kalau memang nantinya kita tak berjodoh,, ya itu artinya barangkali aku tak cukup baik untukmu.. pastinya ada wanita lain yang baik untukmu.. Dan yakinlah… kalau memang aku bukan tulang rusukmu,, maka apa yang kau rencanakan itu tak akan pernah terjadi… Dan jika aku ini tulang rusukmu, maka tanpa kau minta aku untuk tidak ta’aruf dengan orang lain pun, aku akan tetap jadi pendampingmu.. Karena ku yakin,, tulang rusuk tidak akan tertukar.. semoga Allah memberikan yang terbaik bagi hambaNya,,, amien,,,,!