Nasehat untuk Ikhwan - Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Dikasih amanah pura-pura batuk.
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira
sibuk.
'Afwan ane sakit.'afwan PR ane numpuk.
'Afwan ane banyak kerjaan, klo ngga selesai
bisa dituntut.
'Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya
suntuk.
Terus da'wah gimane?digebuk?
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Dikit-dikit dengerin lagunya Edcoustic.
Udah githu yang "Nantikanku dibatas
waktu", bikin nyelekit.
Ke-GR-an tuch klo ente melilit.
Kesehariannya malah jadi genit.
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit.
Hati-hati klo ditolak, bisa sakiiittt.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Dikit-dikit SMSan sama Akhowaat pake
paketan SMS biar murah.
Rencana awal cuma kirim taushiyah.
Lama-lama nanya kabar ruhiyah, ampe kabar
orang rumah
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi engga berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status ajah dah!
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Abis nonton film Palestina semangat membara.
Eh...pas disuruh jadi mentor pergi entah
kemanah.
Semangat jadi penontonnya luar biasa.
Tapi ngga siap jadi pemainnya, yang
diartikan sama dengan hidup sengsara.
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya ajah
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Ngumpet-ngumpet buat pacaran.
Ketemuan di mall yang banyak taman.
Emang sich ngga pegangan tangan.
Cuma lirik-lirikan dan makan bakso
berduaan.
Oh...romantisnya, dunia pun heran.
Klo ketemu Murobbi atau binaan.
Mau ditaruh dimanah tuch muka yang
jerawatan?
Oh malunya sama Murobbi dan binaan?
Sama Allaah?ngga kepikiran
Yang penting nyes-nyes romantis.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Disuruh infaq cengar-cengir.
Buat beli tabloid bola ngga pake mikir.
Dibilang kikir marah-marah dah tuch bibir.
Suruh tenang dan berdzikir.
Malah tangan yang ketar-ketir.
Leher saudaranya mau dipelintir!
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Semangat da'wah ternyata bukan untuk
amanah.
Malah nyari Aminah.
Aminah dapet, terus walimah.
Da'wah pun hilang dihutan antah berantah.
Da'wah yang dulu kemanakah?
Da'wah kawin lari, lari sama Aminah.
Duh...duh...duh...Amanah-Aminah.
Da'wah...da'wah...
Kalah sama Aminah.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Buka Facebook liatin foto Akhowaat.
Dicari yang mengkilat.
Klo udah dapet ya tinggal sikat.
Jurus maut Ikhwan padahal kaga jago
silat...
"Assalaamu 'alaikum...Ukhti, salam
ukhuwah, udah kuliah?suka coklat?
Disambut baik sama Ukhti, mulai berpikir
untuk traktir Es Cream Coklat.
Akhowaatnya terpikat.
Mau ajah ditraktir secara cepat.
Asik, akhirnya bisa juga ikhtilat.
Yaudah...langsung TEMBAK CEPAT.
Akhowaatnya mau-mau tapi malu bikin penat.
Badan goyang-goyang kaya ulat.
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang
memikat.
Kasusnya sich kebanyakan yang
"gulat"
Zina pun menjadi hal yang ni'mat.
Udah pasti dapat la'nat.
Duh...maksiat...maksiat.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
'Ilmu ngga seberapa hebat.
Udah ngatain Ustadz.
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat.
Baca Qur'an tajwid masih perlu banyak
ralat.
Loh kok udah berani nuduh Ustadz.
Semoga tuch otaknya dikasih sehat.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Status Facebook tiap menit ganti
Isinya tentang isi hati.
Buka-bukaan ngincer si Wati.
Nunjukin diri klo lagi patah hati.
Minta koment buat dikuatin biar ngga mati
bunuh diri.
Duh...duh...status kok bikin ruhiyah mati.
Dikemanahkan materi yang Ustadz sampaikan
tadi?
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Ngeliet Ikhwan lain dekeeettt banget sama
Akhowaat , eeh...dia kepengen ikutan.
Hidup jadi kaya sendirian ditengah hutan
rambutan.
Mau ikutan tapi udah tau kaya githu kaga
boleh, tau dari pengajian.
Kepala cenat-cenut kebingungan.
Oh...kasihan...mendingan cacingan.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Ngeliet penda'wah akhlaknya kaya preman.
Makin bingung nyari teladan.
Teladannya bukan lagi idaman.
Hidup jadi abu-abu kaya awan mendung.
Mau jadi putih ngga kuat nahan.
Ah...biarlah kutumpahkan semua dengan
cacian makian.
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman.
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Diajakin ta'lim alasannya segudang.
Semangat cuma pas diajak kewarung Padang.
Atau maen game bola ampe begadang.
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang
mengundang.
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk
rendang.
Duh...berdendang.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Bangga disebut Ikhwan, hati jadi wah.
Tapi jarang banget yang namanya tilawah.
Yang ada sering baca komik Naruto dipinggir
sawah.
Hidup sekarang jadinya agak mewah.
Hidup mewah emang sah.
Tapi...kesederhanaan yang dulu berakhir
sudah?
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Dulunya di da'wah banyak amanah.
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk
menyiapkan langkah.
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang
arah.
Akhirnya timbul "Perasaan sudah pernah
berda'wah".
Merasa lebih senior dan lebih mengerti
tentang da'wah.
Dari situ bilang..."Dadaaaahhh...saya
dulu lebih berat dalam da'wah".
Lanjutin perjuangan saya yah.
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Ngga punya duit jadinya ngga dateng liqo'.
Nggah ada motor yaa holaqoh boro-boro.
Murobbi ikhlas dibuat melongo.
Binaan ngga ada satupun yang ngasih info.
Adapula yang tidur sambil meluk bantal
guling bentuk si Komo.
Oh nooo...
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Jadi Ikhwan jangan cengeng
Akhi...
Sebenarnya masih banyak masalah Ikhwan. Kapan
pun dan dimanahpun harokahnya...
Akhi...
Disaat engkau tidak menjadi bagian dari
da'wah ini,
Maka ketahuilah, berapa banyak Ikhwan lain
yang menangis disaat mereka mengendarai
motor.Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm.
Sebab mereka tak kuat menahan beban amanah.
Akhi...
Disaat engkau kecewa dengan orang yang dulu
engkau percaya, maka ketahuilah, bahwasanya
saudaramu jauh lebih berhak untuk kecewa.mereka lebih berhak untuk
kecewa sebab mereka harus menahan dua kekecewaan.kecewa pada saudara yang
mereka percaya, dan kecewa sebab dirimu tak lagi peduli.tapi toh mereka tetap
bertahan.bertahan karena mereka sadar kekecewaan adalah hal yang manusiawi.tapi
da'wah harus tetap terukir dalam hati.
Akhi...
Disaat engkau menjauhi amanah, dengan
seribu satu alasan sebenarnya saudaramu diluar sana memiliki hujjah lebih kuat
dan lebih masuk akal dibanding darimu.tapi toh mereka sadar akan tujuan hidup,
no excuse mereka tidak beralasan dalam da'wah.Untuk Allaah, demi Allaah. Dan
disaat lelah menghinggapi, mereka masih menyempatkan diri terbangun untuk
tahajjud.bukan...bukan untuk meminta sesuatu.tapi mereka menangis, bersimpuh
dan curhat pada Allaah.Berharap Allaah meringankan beban mereka.berharap mereka
mampu mengisi perut yang sering kosong karena uang yang habis untuk membiayai
da'wah.
Akhi...
Sungguh da'wah ini berat dan terjal.Rosul berda'wah hingga gigi
Beliau patah, dilempari batu, dilempari kotoran dan ancaman pembunuhan.Da'wah ini bukan sebatas
teori tapi pengalaman dan pengamalan.tak ada kata-kata "Jadilah"...!
maka hal itu akan terjadi.yang ada "Jadilah..."lalu kau bergerak
untuk menjadikannya. itulah da'wah yang sesungguhnya saudaraku
Akhi...
Jika saudaramu menangis tiap hari.
Bolehkan mereka meminta sedikit
bantuanmu?meminjam bahumu?berkumpul dan berjuang bersama-sama?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir
tangisnya, untuk berterima kasih padamu juga untuk tangis saat mereka
bermunajat kepada Allaah dalam sepertiga malamnya "Yaa...Allaah, segala
puji hanya untukMu, Engkau berkenan mengaruniai saudara seperjuangan pada hamba
demi tegaknya perintah dan laranganMu, maka wahai Tuhanku, hamba mohon kuatkanlah ikatan kami".
"Yaa Allaah, Engkau mengetahui bahwa
hati-hati ini telah berhimpun dalam mahabbah kepadaMu, bertemu dalam ta'at
kepadaMu, bersatu dalam da'wah kepadaMu, berpadu dalam membela
syari'atMu".
"Yaa Allaah, kokohkanlah ikatannya,
kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya.Penuhilah hati-hati ini dengan
cahaya.CahayaMu yang tidak pernah pudar".
"Yaa Allaah, lapangkanlah hati kami
dengan karunia iman dan indahnya bertawakal padaMu.Hidupkanlah hati kami dengan
ma'rifat kepadaMu, matikanlah kami dalam syahid dijalanMu".
"Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik
pelindung dan penolong.Yaa Allaah, kabulkanlah, Yaa Allaah sampaikanlah salam
sejahtera kepada junjungan kami Muhammad shollalaahu 'alaihi wasallam, kepada
para keluarga, shahabat serta limpahkanlah keselamatan untuk mereka.
Aamiin yaa Mujibus Saailin.
Via: Ustadz Agus Supriatna.

Komentar
Posting Komentar