PR Buat Para Muslimah
Mari saling menguatkan agar tetap istiqomah. Inilah PR yang harus aku dan kalian laksanakan sebagai seorang muslimah. Bismillahirrohmanirrohiim...
1. Malu adalah sebaik-baik keindahan pada wanita sholehah.
Jika sudah hilang rasa malunya maka hilanglah keindahan pada dirinya.
2. Wanita yang sholehah akan senantiasa menjaga dirinya dari pergaulan bebas kepada non mahramnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Menjaga diri di dunia nyata adalah tidak berinteraksi dengan lawan jenisnya kecuali mendesak. Menghindari berorganisasi dan berkumpul-kumpul dengan lawan jenis non mahramnya karena takut akan fitnah.
>>Kebanyakan ikhwan dan akhwat yang giat berorganisasi sering terkena fitnah ikhtilat bahkan khalwat. Misalnya bisa jalan bareng dengan dalih kegiatan. Allahua'lam.
3. Malu bila dilihat laki-laki non mahramnya bila sedang tidak berhijab (ingat berhijab bukan berjilbab)*. Bahkan ia malu bila wajahnya dilihat.
>>Ingat, ghadhul bashar itu indah. Pandangan mata itu ibarat melesatnya anak panah setan untuk menggoda manusia pada kemaksiatan. Tau kan kata pepatah yang isinya 'dari mata turun ke hati'?
So, mari berhati-hati.
4. Tidak bercanda atau menanggapi komentar tidak penting dari laki-laki non mahramnya di dunia maya karena takut akan fitnah.
(Tenang.. kita ndak dipaksa untuk melakukannya dengan terburu-buru kok,.. Step by step dilatih dikurangi, awalnya mungkin akan terasa aneh, tapi lama-lama juga terbiasa dan kita akan lebih terjaga, Insya Allah)
5. Mengurangi pergaulan di luar rumah karena tempat yang paling baik bagi wanita sholehah adalah rumahnya.
6. Rajin mempelajari ilmu agama dan mempersiapkan diri menjadi isteri dan ibu yang baik bagi keluarganya kelak.
Belajar dikerjakan step by step yuk... ^_^ Tenang, semua pakai proses, ndak langsung sekali coba dan jadi secara instan tapi cuma bertahan sebentar. Pelan-pelan asal konstan, juga alangkah senangnya bila dibantu oleh teman-teman seperjuangan yang saling mengingatkan, insyaAllah akan lebih berkah, nyaman, dan dapat bertahan lama.
Meskipun terkadang terasa susah dan banyak perdebatan dengan ego sendiri, tapi tetap harus dicoba dan dikerjakan. InsyaAllah bisa kok.. :) Apalagi bagi saya yang masih semi tomboi dan suka berorganisasi. So, mohon bimbingannya kawan-kawan sekalian ^_^
Saling mengingatkan, membantu dan mendukung dalam kebaikan.
NB: * Jilbab itu kerudung, kalau hijab itu lebih tepat merujuk kepada tata cara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.
>>Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar hendaknya menutup seluruh badan,kecuali wajah dan dua telapak tangan.
Jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis dan tidak ketat, sehingga menampakkan bentuk/lekuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri. [Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Maráh Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah- karya Syaikh Al-Albany]
1. Malu adalah sebaik-baik keindahan pada wanita sholehah.
Jika sudah hilang rasa malunya maka hilanglah keindahan pada dirinya.
2. Wanita yang sholehah akan senantiasa menjaga dirinya dari pergaulan bebas kepada non mahramnya baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Menjaga diri di dunia nyata adalah tidak berinteraksi dengan lawan jenisnya kecuali mendesak. Menghindari berorganisasi dan berkumpul-kumpul dengan lawan jenis non mahramnya karena takut akan fitnah.
>>Kebanyakan ikhwan dan akhwat yang giat berorganisasi sering terkena fitnah ikhtilat bahkan khalwat. Misalnya bisa jalan bareng dengan dalih kegiatan. Allahua'lam.
3. Malu bila dilihat laki-laki non mahramnya bila sedang tidak berhijab (ingat berhijab bukan berjilbab)*. Bahkan ia malu bila wajahnya dilihat.
>>Ingat, ghadhul bashar itu indah. Pandangan mata itu ibarat melesatnya anak panah setan untuk menggoda manusia pada kemaksiatan. Tau kan kata pepatah yang isinya 'dari mata turun ke hati'?
So, mari berhati-hati.
4. Tidak bercanda atau menanggapi komentar tidak penting dari laki-laki non mahramnya di dunia maya karena takut akan fitnah.
(Tenang.. kita ndak dipaksa untuk melakukannya dengan terburu-buru kok,.. Step by step dilatih dikurangi, awalnya mungkin akan terasa aneh, tapi lama-lama juga terbiasa dan kita akan lebih terjaga, Insya Allah)
5. Mengurangi pergaulan di luar rumah karena tempat yang paling baik bagi wanita sholehah adalah rumahnya.
6. Rajin mempelajari ilmu agama dan mempersiapkan diri menjadi isteri dan ibu yang baik bagi keluarganya kelak.
Belajar dikerjakan step by step yuk... ^_^ Tenang, semua pakai proses, ndak langsung sekali coba dan jadi secara instan tapi cuma bertahan sebentar. Pelan-pelan asal konstan, juga alangkah senangnya bila dibantu oleh teman-teman seperjuangan yang saling mengingatkan, insyaAllah akan lebih berkah, nyaman, dan dapat bertahan lama.
Meskipun terkadang terasa susah dan banyak perdebatan dengan ego sendiri, tapi tetap harus dicoba dan dikerjakan. InsyaAllah bisa kok.. :) Apalagi bagi saya yang masih semi tomboi dan suka berorganisasi. So, mohon bimbingannya kawan-kawan sekalian ^_^
Saling mengingatkan, membantu dan mendukung dalam kebaikan.
NB: * Jilbab itu kerudung, kalau hijab itu lebih tepat merujuk kepada tata cara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.
>>Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar hendaknya menutup seluruh badan,kecuali wajah dan dua telapak tangan.
Jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis dan tidak ketat, sehingga menampakkan bentuk/lekuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas diri. [Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Maráh Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah- karya Syaikh Al-Albany]
Komentar
Posting Komentar