KEMATIAN TIBA
KEMATIAN…
Bagi keluarga atau
orang dekat yang ditinggalkan, kematian seringkali menjadi titik balik, yang
bila salah menyikapi bisa menjadi kontraproduktif. Setelah ditinggalkan oleh
orang yang dicintai, yang bersangkutan justru semakin menjadi-jadi
kemaksiatannya, semakin jauh dari Pencipta dan semakin tidak mengenali dirinya
sendiri. Namun bila tepat menyikapinya, yang bersangkutan justru akan semakin
bersikap positif dalam menjalani hidup, semakin dekat dengan Sang Pencipta dan
semakin tahan banting menghadapi masalah lainnya yang tingkatannya lebih kecil.
Dengan kata lain,
titik balik ini sesungguhnya menjadi jembatan penghubung ke tempat yang memang
dipersiapkan Allah untuk kita. Itu artinya, bila berhasil melaluinya kita akan
mencapai titik terbaik dalam hidup. Sebaliknya, bila gagal kita akan mencapai titik
terburuk dalam hidup ini.
Inilah yang bisa kita
lihat dalam sejarah umat manusia sepanjang masa. Banyak orang besar terlahir
setelah ayah dan ibu, atau keduanya terlebih dahulu menghadap-Nya. Nabi kita tercinta pun terlahir setelah
seblumnya ayahnya menghadap Yang Maha Kuasa tanpa mengetahui kelahirannya, dan
setelah usia 6 tahun beliau kehilangan ibunya. Bahkan pada tahap-tahap
berikutnya, beliau ditinggalkan orang-orang yang membela perjuangan dakwahnya:
kakeknya, paman, dan istri tercintanya, Khadijah.
Tak dapat dipungkiri,
bahwa kematian pasti memukul orang-orang yang ditinggalkan, terlebih bila
kematian itu datang mendadak. Tak jarang duka yang ditinggalkan dirasakan
hingga berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya.
Kematian memang tragedi yang pasti dialami oleh semua keluarga di muka bumi.
Tragedi ini makin memilukan bila cara seseorang tergolong tidak wajar dan
mendadak. Namun, kita tak punya kemampuan apa-apa untuk menolak datangnya
kematian.
Kematian datang
begitu saja tanpa permisi. Kematian adalah masalah yang benar-benar menguji
rasa keimanan dan kemanusiaan, meskipun kita lolos dari ujian yang lain.
Bila tidak mampu
menata hati, kita justru akan menghadapi masalah lain yang mungkin lebih lama
dipulihkan. Bila berhasil, kehidupan kita sungguh akan jauh lebih tertata lagi.
Keluarga kita yang mati pun semakin tenang dan tentram di alam baka dalam menerima
ketentuan dari Penciptanya.
Godean, 1 Maret 2015, 22:31
Refleksi tentang beberapa kabar duka dari para
kerabat yang kudengar selama sepekan ini.
Semoga Allah meringankan hisab hambaNya yang telah kembali ke ''tempat
asalnya'' , dan meneguhkan iman bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
Innalillahi wa innailaihi roji'uun. Sesungguhnya semua dari Allah, dan akan
kembali ke Allah.
Komentar
Posting Komentar